/////
you're reading...
Motivasi Bisnis.

Strategiskah Penggunaan Kartu Kredit?


Tanya Jawab
Strategiskah Penggunaan Kartu Kredit?
(07/06/2010)

Dikutip dari Republika, 06 Juni 2010

Assalamualaikum wr wb,
Pak Ghozali yang baik, semoga dalam keadaan sehat wal afiat. Saya mengamati teman yang memiliki lebih dari satu kartu kredit. Sepertinya, pengelola kartu kredit memudahkan orang untuk menggunakan kartu kredit. Banyak diskon besar-besaran yang mendorong orang untuk menggunakannya. Begitupun yang terjadi pada teman saya.

Selain menggunakan kartu kredit untuk belanja, membayar telepon, dan asuransi, dia juga sering tarik tunai untuk bisnis dan investasi. Ketika ia harus membayar tagihannya, ia begitu kelimpungan. Sepertinya, karena tagihannya menumpuk. Mungkin dari awal tidak tertib membayar, akhirnya ia semakin kesulitan. Dia pun “tertib” selalu stres setiap bulan melihat tagihan kartunya.

1. Sejauh manakah kartu kredit menguntungkan bagi kita? Saya pribadi cenderung untuk tidak menggunakan kartu kredit meski ada keuntungannya juga, karena tidak ingin terbiasa berutang.

2. Apakah kartu kredit itu seharusnya tidak digunakan orang dengan kebiasaan yang tidak tertib?

3. Apakah strategis menggunakan kartu kredit dan bentuk pinjaman lain untuk investasi dan bisnis?

Terima kasih.

Wassalam,
Aminah M

Jawaban:

Wa’alaikumsalam wr wb,
Kartu kredit ini memang seperti makanan yang enak, tapi mengandung kolesterol ataupun lemak. Kalau dimakan berlebihan dan tidak diimbangi dengan olahraga atau makanan lain, yang terjadi adalah penyakit yang menghinggapi tubuh. Tapi, kalau makan dengan terukur, diimbangi juga dengan makanan lain dan pola hidup yang sehat, tidak ada masalah dengan makanan berlemak atau berkolesterol.

Apa sih enaknya kartu kredit? ini untuk menjawab pertanyaan Anda yang pertama. Kartu kredit memberikan kita keuntungan untuk bisa berutang dengan fleksibel (kapan saja dan di mana saja), bahkan utangnya bisa tanpa bunga/biaya sama sekali jika bisa dilunasi pada saat jatuh tempo. Kalau dihitung dari tanggal transaksi ke tanggal jatuh tempo, maksimal sampai dengan 40 hari atau 50 hari.

Bahkan, terkadang ada juga yang memberikan layanan cicilan tiga bulan tanpa bunga. Selain itu, kartu kredit juga memberikan fasilitas tambahan berupa kemudahan-kemudahan , seperti mendapatkan fasilitas executive lounge di bandara, diskon di merchant-merchant tertentu, atau juga layanan eksklusif tertentu.

Namun, di balik fasilitas itu, kita juga harus berhati-hati karena berbagai kemudahan tadi justru membuat kita terlena. Misalnya, bebas berutang sampai maksimal 50 hari memang sangat memudahkan, tapi kalau terlambat sehari saja setelah jatuh tempo, akan kena biaya/bunga yang sangat mahal. Dan, perhitungan bunganya akan terus bertambah lagi jika masih juga belum lunas.

Cicilan tiga bulan tanpa bunga memang menggiurkan, tapi kalau digabungkan tagihannya dengan pembelanjaan biasa dan tidak dibayar lunas, prioritas pembayaran akan masuk pada pembelanjaan. Akibatnya, cicilan malah menunggak. Alhasil, yang tadinya tidak kena bunga, malah jadi kena bunga juga.

Fasilitas diskon dan layanan spesial di merchant tertentu di satu sisi bisa sangat menguntungkan, tapi di sisi lain juga bisa membuat kita mudah tergoda untuk membeli lebih dari kemampuan kita membayar.

Untuk mereka yang tidak tertib dalam mengatur keuangannya, sering lupa bayar tagihan, berpenghasilan tidak pasti, menganggap sepele perhitungan bunga, atau mudah tergoda untuk belanja di luar keperluan. Memang, harus sangat berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit.

Agar bisa menikmati enaknya kartu kredit tanpa kena penyakit di belakangnya, kita harus mengubah pola pikir kita tentang kartu kredit. Ingat, kartu kredit adalah alat bayar “pengganti uang yang tidak dibawa”, bukan “penggganti uang yang tidak dimiliki”. Untuk bisnis dan investasi, tentu kita harus hitung-hitung lagi dengan cermat apakah lebih menguntungkan berutang dengan kartu kredit.

Karena begitu kita mengambil uang tunai dengan kartu kredit, kita akan langsung kena biaya sekitar 3-4 persen di awal. Selain itu, suku bunga ambil tunai juga lebih tinggi daripada belanja. Nah, apakah keuntungan bisnis/investasinya bisa lebih besar dari biaya itu semua? Apakah keuntungan bisa direalisasikan sebelum tagihan kartu kreditnya jatuh tempo?

Untuk toko penjualan ritel, yang bisa belanja langsung dari grosiran dengan kartu kredit dan perputaran barang cukup tinggi tidak sampai satu bulan, maka menggunakan kartu kredit akan lebih menguntungkan. Tapi, kalau bisnisnya trading dengan menggunakan uang tunai atau cek, akan lebih baik menggunakan fasilitas pinjaman rekening koran.

Begitu yang bisa saya sampaikan. Kalau memang bisa diambil manfaatnya tanpa kena penyakitnya, saya rasa tidak ada masalah. Tapi, kalau tidak yakin bisa menghindari jeratan utang, lebih baik pikirkan kembali penggunaannya.

Wassalam.

Ahmad Gozali

Perencana Keuangan.

About Chras D. S.

I wanna be A good writer . . .

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

Alexa Rate

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: