/////
you're reading...
Artikel., Hermawan Kertajaya.

Guiness 250 Tahun.


Panggung Pengalaman dari Perusahaan yang Berpengalaman

“Ilustrasi bir Guinness. Perusahaan bir, seperti halnya Guinness, di Indonesia kebanyakan berkampanye mencari konsumen baru di bar. Pasar bir relatif masih terbuka luas karena konsumsi minuman beralkohol ini di Tanah Air masih kurang dari satu liter per kapita per tahun.”

Hermawan Kartajaya

Apa yang Anda lakukan jika punya sebuah perusahaan yang berumur 250 tahun? Tentunya banyak hal. Anda dari harus mati-matian menjaga karakter, harus berjuang mati-matian untuk tetap relevan dengan lanskap, sampai (tentunya) harus tampil senantiasa berjiwa muda.
Guinness, adalah satu contoh perusahaan yang berumur 250 tahun, dan melakukan itu semua. Produsen bir hitam asal Irlandia ini memang luar biasa. Dilihat dari umurnya, memang terkesan sangat legacy, tapi meskipun demikian, bukan berarti tidak bisa tampil new wave toh?
Satu hal yang membuatnya tetap hidup di usianya yang sudah dua setengah abad ini adalah karena ia tahu betul bagaimana mengkonek diri dengan lanskap, mengkonek konsumennya, dan juga mengkonek konsumen satu dengan konsumen lain. Experiential connector adalah salah satu contoh alat yang digunakan oleh Guinness. Karena selama ini, Guinness tahu betul bahwa bir hitam ramuannya adalah tentang sebuah pengalaman.
Bagaimana ia menjual pengalaman yang mengkonek konsumen secara holistik dapat dilihat dari bentuk iklannya selama ini, aktivitas event yang dilakukan (termasuk inisiatif mereka lewat mencatat rekor hal-hal yang berbau eksperiensial yang dibukukan dalam “Guinness World Book of Record”), sampai tentunya yang paling definitif adalah Guinnesss Storehouse, sebuah pabrik yang sempat vakum sebelum kemudian dijadikan museum.
Guinness Storehouse terletak di pusat kota Dublin, di daerah St. James’ Gate Brewery, daerah pabrik Guinness yang 250 tahun lalu, setelah pemerintah setempat memberikan leasing dan hak konsesi tanah selama 9000 tahun lamanya kepada Sir Arthur.
Bagi orang-orang di Dublin, acara ulang tahun Guinness yang ke 250 yang dirayakan barusan ini adalah untuk merayakan “Sir Arthur’s Day” yang pada dasarnya sebuah perayaan dari hak leasing 9000 tahun yang ia tandatangani ketika itu. Karena dengan adanya St James’ Gate Brewery, Sir Arthur bisa memulai bisnisnya, yang kemudian menjadi salah satu produk ekspor terbesar dari Irlandia selama dua setengah abad sampai sekarang.
Sejarah dari perjalanan hidup Guinness selama ini terekam di dalam Guinness Storehouse, Museum megah berlantai tujuh ini berbentuk satu pint gelas bir Guinness. Di lantai pertama, pengunjung akan dibawa ke dalam pabrik betulan tentang bagaimana membuat bir hitamnya Guinness dengan empat bahan utamanya yaitu air, gandum, hops, dan ragih. Setelah melewati keempat dan mencicipi airnya seperti apa, gandumnya seperti apa, dan sebagainya, pengunjung diperlihatkan bahan yang kelima dan yang paling vital. Apa itu? Arthur Guinness-nya sendiri. Karena ternyata yang membuat Guinness seperti Guinness adalah ramuan pendirinya itu.
Selepas bagian tersebut, naik ke lantai berikutnya, pengunjung akan diperlihatkan tentang bagaimana Guinness membangun dan menjaga karakter dari brand-nya selama ini. Hal ini diperlihatkan lewat sebuah gallery yang memperlihatkan banyak iklan-iklan dari Guinness selama ini. Selain itu pula, di museum ini, juga ada “Choice Zone” di mana perusahaan tersebut mempromosikan kampanye mengenai responsible drinking, tentang hal-hal membahayakan yang didapati apabila kebanyakan minum bir.
Yang paling menarik dari kesemua yang ada di museum itu adalah gravity bar di lantai paling atas, di mana pengunjung berada tepat di atas kepala pint Guinness raksasa, menyaksikan pemandangan kota Dublin secara 360 derajat.
Pengalaman yang didapati oleh Guinness Storehouse memang bukan sekedar pengalaman orang ketika masuk ke museum, melainkan pengalaman berada dikendalikan oleh sebuah kekuatan magnetis yang sangat eksperiensial.
Karena di sana, pengunjung dapat merasakan dengan dekat bagaimana Guinness selama ini mengkonek karakter perusahaannya ke pelanggan, karyawan, dan juga komunitas. Seperti yang dikatakan oleh Ralph Ardill, salah satu desainer yang mendesain Guinness Storehouse, “Guinness adalah tentang komunitas, tentang bagaimana untuk membuat orang berkumpul dan saling bercerita. Jadi di sana bukanlah tempat bagaimana orang menyembah sebuah brand legacy yang berumur 250 tahun, tapi tempat di mana orang yang datang dari berbagai penjuru yang datang ke Dublin dapat berinteraksi, juga tempat bagi orang-orang Dublin, dan juga para karyawan Guinness baru yang baru masuk dan harus melewati proses training.
Guinness Storehouse, yang sudah dibuka sejak tahun 2000, saat ini telah menjadi atraksi nomor satu untuk turis yang datang ke Dublin. Sampai sekarang, sebanyak empat juta pengunjung sudah mendatanginya untuk merasakan Guinness Experience, sebuah pengalaman yang wow dari sebuah perusahaan yang berpengalaman.

About Chras D. S.

I wanna be A good writer . . .

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

Alexa Rate

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 9 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: